Si Penghadang Moge, Elanto Wijoyono Kembali "Berulah", Polisi di Pojok Benteg Wetan Yogyakarta di Buat Kikuk...

9Trendingtopic - Sebuah video diunggah Elanto Wijoyono di akun facebook. Elanto adalah warga Jogja yang pernah menghadang iring-iringan Moge beberapa waktu yang lalu. Kali ini, video pemberani Elanto sedang memargoki polisi yang diduga menerima suap. Elanto masuk ke pos polisi lalu lintas yang berada di daerah Pojok Benteg Wetan, Yogyakarta dan mengintrogasi polisi-polisi tersebut.

Dalam video yang diunggah pada Jumat, 3 Oktober 2015 tersebut, tampak tak satu pun Polisi yang mau menjawab pertanyaan Elanto dengan kooperatif. Bahkan beberapa di antaranya memilih pergi. Elanto menduga, Polisi tersebut menerima suap dari sopir truk yang kena tilang sebelumnya.

Video berdurasi hampir lima menit itu diberi judul "Ada Apa di Pos Polisi Jokteng Wetan Jogja Ini?" dan menyita perhatian banyak netizen di media sosial facebook. Komentar ke arah dukungan pun muncul dari beberapa akun, di antaranya akun atas nama Aditya Nugroho, “Aduh-aduh pak polisinya kok kabur semua? Biasanya kalo ngejar2 pelanggar sampe segitunya, nyari kesalahannya. Kalo seumpama kernetnya tadi cuma ngasih hal biasa / bukan pungutan hendaknya 3 bapak polisi tadi bisa menjelaskan tanpa kabur. Support masnya yang buat video. Salam warga Jogja istimewa.”

Ini videonya...



Sumber : liputan6.com dan youtube.com

7 Responses to "Si Penghadang Moge, Elanto Wijoyono Kembali "Berulah", Polisi di Pojok Benteg Wetan Yogyakarta di Buat Kikuk..."

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    3. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    4. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete