Anak Durhaka,, Suruh Orangtua Duduk Jaga Tempat Parkir

Ibu jaga tempat parkir anaknya. Foto
Menemukan tempat parkir mobil, di beberapa wilayah terutama perkotaan mungkin bisa menjadi hal yang sulit. Mahal dan keterbatasan lahan, membuat para pemilik mobil harus menyewa tempat parkir yang mahal.

Ditambah semakin banyaknya orang-orang yang memiliki mobil, tak jarang mereka memarkir kendaraannya di jalanan umum, yang tidak diperuntukkan bagi tempat parkir mobil.

Bahkan jika sudah memiliki tempat parkir pun, harus bisa menjaganya. Tetapi anak durhaka ini, tidak meminta tukang parkir untuk menjaga tempat parkir mobilnya, melainkan kedua orangtuanya. Bagaimana ceritanya?

Untuk menangani masalah tempat parkir, salah satu pemilik mobil di Nanjing meminta orang tuanya, untuk berjaga-jaga di sepetak ruang parkir setiap hari.

Menurut NetEase, pasangan paruh baya ini setiap sore datang untuk secara bergiliran mengawasi tempat parkir di jalan dekat Jembatan Yancang.


Ayah jaga tempat parkir anak.
Pasangan ini memiliki dua anak, satu putra dan satu putri. Kadang-kadang keduanya pulang kerja sangat terlambat, dan menemukan ruang parkirnya sudah diambil oleh pemilik kendaraan lain.

Untuk mensiasatinya, anak-anaknya menyuruh orang tuanya untuk duduk di jalan, dan memastikan tetap parkir untuk mobilnya kosong saat kembali ke rumah.

Tidak peduli apakah cuaca cerah, hujan, panas atau dingin, orang tua ini tetap tinggal di luar sampai anak mereka datang. Bahkan pada suhu yang mendekati titik beku pun, sang ibu tetap berdiri menjaga ruang parkir tersebut.

6 Responses to "Anak Durhaka,, Suruh Orangtua Duduk Jaga Tempat Parkir"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    3. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. Jika mereka memang memiliki banyak uang, kenapa tak menggaji orang lain saja? Jangan orang tua yang disuruh melakukan hal demikian?

    ReplyDelete