Kisah Musi Amin, atlet Sea Games yang kini jualan bakso di pasar

Musi Amin, atlet Sea Games yang kini jualan bakso di pasarMusi Amin (41) sehari-hari berjualan bakso gerobak di depan Pasar Wajak, Kabupaten Malang. Gerobak warna kuning berpadu biru bertulis ‘Bakso Reformasi’ menjadi temannya mencari nafkah. Cak Amin, demikian namanya dikenal, melayani satu per satu pelanggannya dengan ramah dan penuh tegur sapa. Obrolan ringan selalu mewarnai selama menjamu para pembeli.
Sekilas tidak ada yang aneh dengan aktivitas Cak Amin. Namun siapa sangka pria dua anak tersebut adalah seorang atlet lari nasional yang memiliki segudang prestasi.
Amin adalah atlet nasional peraih perak di Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2004 di PON Palembang. Selain itu juga pernah meraih Perunggu di PON 2008.
Amin pernah mewakili Indonesia di Sea Games 2014 di Hanoi, Vietnam 2014. Sayang saat itu, dirinya hanya berada di posisi ke-4. Selain itu, puluhan prestasi di tingkat nasional juga banyak diraihnya.
Musi Amin jual bakso
Musi Amin 2015 merdeka.com/darmadi sasongko
“Rekor saya untuk lari 5.000 meter dalam waktu 14 menit 58 detik dan kelas 10.000 dalam waktu 31 menit,” kata Cak Amin bangga saat ditemui  di tempatnya berjualan di kawasan Wajak, Selasa (8/12).
Berjualan bakso gerobak menjadi sumber hidup utamanya, di samping merawat seekor sapi. Amin juga menjadi tukang kebun di Sekolah Dasar (SD) Wajak 6.
Pukul 09.30 WIB, gerobaknya mulai terparkir bersanding dengan sebuah pikap milik penjual peralatan rumah tangga. Atap tambahan dari terpal biru disampirkan di salah satu sisi pikap.
Tangan Cak Amin begitu cekatan seperti tidak pernah berhenti bekerja. Sedikit waktu luang langsung digunakan membereskan mangkuk-mangkuk bekas di belakang gerobaknya.
Cak Amin juga mengantarkan pesanan bakso pelanggannya di los dan kios sekitar pasar. Saat sepi, dengan peralatan pemanggil dari bambu dipukul-pukul pasar mencari pembeli.
Cara berjalan Cak Amin penuh energi menyusuri lorong-lorong los pasar sambil menyapa sesama pedagang dengan aneka guyonan. Langkahnya tegap, seolah tidak bisa disembunyikan sebagai atlet.
Musi Amin
Musi Amin 2015 merdeka.com/darmadi sasongko
“Sekaligus mengambil mangkuk, tadi antar pesanan ke sebelah,” katanya.
Cak Amin berjualan sampai sekitar pukul 15.00 WIB, jika dagangnya belum habis cukup berjualan di depan rumahnya dengan ditunggui istrinya. Sementara dirinya mulai mencari pakan untuk ternaknya.
Amin tinggal tidak jauh dari tempatnya berjualan bersama istrinya, Rini Susanti dan anak keduanya Muhammad Fairuzi (5). Sementara anak pertamanya, Rahmat Setya Budi (15) sekolah di Sekolah Menengah Atas Olah Raga (SMAOR) di Sidoarjo.

5 Responses to "Kisah Musi Amin, atlet Sea Games yang kini jualan bakso di pasar"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
    2. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete