Wasiat Amat Penting yang Seharusnya Disampaikan Para Ayah



Seorang anak bertutur tentang ayahnya. Kisah nyata. Kisah teladan. Sang anak terbiasa membaca al-Qur’an al-Karim di sepanjang hidupnya, setiap selesai shalat Subuh. dalam ritual suci bertabur pahala dan berkah itu, sang ayah sering memperhatikan dengan menyimak bacaan sang anak.
Hingga suatu hari, sang ayah berjanji. Kelak, janji sang ayah, dia akan memberikan dua wasiat penting kepada anak laki-lakinya itu setelah waktunya tiba, saat pemahaman spiritual sang anak mulai tumbuh.
Waktu berjalan. Lama. Sampai sang anak lulus sarjana. Dia masih setia dengan ritual mmebaca al-Qur’an setelah shalat Subuh, tapi sang ayah tak kunjung memberikan wasiatnya.
Sampai pada suatu hari, sang ayah mendatangi anak kebanggaannya itu. “Apakah engkau mau berjanji untuk senantiasa mengamalkan dua nasihat ini?” tanya sang ayah yang langsung disanggupi oleh anaknya, “Insya Allah, Ayah. Aku akan senantiasa mengamalkannya.”
Setelah itu, meluncurlah kalimat bijak dari sang ayah. Kalimat sarat hikmah yang kelak mengantarkan sang anak menuju sukses dalam banyak bidang kehidupan yang dia geluti.
“Bacalah al-Qur’an,” nasihat sang ayah, “seakan-akan engkau sedang bercakap-cakap langsung dengan Allah Ta’ala, dan berusahalah untuk membawa apa yang engkau baca kepada umat manusia.”
Sejak saat itu, sang anak mulai merasakan perbedaan. Bacaannya tak hanya di tenggorokan, tapi memiliki daya ubah dalam jiwa, wawasan, dan perilakunya. Sang anak terus belajar, hingga menemukan potensi terbaiknya.
Dua nasihat yang disampaikan oleh seorang ayah kepada anaknya, Sir Muhammad Iqbal, ini seharusnya menjadi perhatian bagi kita, sebagai ayah ataupun anak. Bahwa seorang ayah seharusnya berlaku bijak dalam ucapan dan perbuatan.
Sampaikanlah kebaikan dengan hikmah yang baik dalam suasana yang tepat. Kebaikan yang disampaikan dengan cara tidak tepat pada waktu yang salah, tiada akan menghasilkan apa pun, kecuali keburukan bagi kedua belah pihak.
Pelajaran lainnya, bangunlah kedekatan dengan orang-orang yang kita cintai, dan niatkanlah untuk menjadi pemicu baginya untuk berubah menjadi lebih baik dan senantiasa istiqamah di dalamnya. Hanya dengan  niat itulah, keberadaan kita dirindukan dan benar-benar memberikan manfaat yang banyak.
Wallahu a’lam.

2 Responses to "Wasiat Amat Penting yang Seharusnya Disampaikan Para Ayah"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by a blog administrator.

      Delete