Pernyataan Ahok Menyebutkan Bahwasanya Surat Al-Maidah ayat 51 Hanya Berlaku di Era Rasul dan Khalifah


9Trendingtopic - Basuki Tjahaja Purnama alias AHOK selaku Gubernur DKI Jakarta, mulaii mengeluarkan komentarnya terkait dengan ayat Al Quran, yaitu Surat Al-Maidah ayat 51 .

Ahok mengemukakan bahwasanya Surat Al-Maidah ayat 51 yang merupakan larangan memilih pimpinan Yahudi ataupun Nasrani, cuma berlaku di era Nabi serta era khalifah yang cara penentuan seorang pimpinan menggunakan musyawarah.

Sedangkan di zaman sekarang, zaman demokrasi, cara pemilihan pimpinan dikerjakan melalui proses pemilihan umum.
"Surat Al-Maidah menyebutkan, 'janganlah jadikan Yahudi serta Nasrani menjadi pimpinanmu," kata Ahok, Rabu (30/3/2016), seperti dikutip Viva.

Nyatanya, sepemahamannya, ketika masih belajar agama Islam di SD serta SMP di BelitungTimur, Surat Al-Maidah mencantumkan larangan tersebut lantaran di era Nabi, ataupun kekhalifahan, pimpinan di pilih lewat metode musyawarah antar tokoh masyarakaat

Kala itu, ummat belum mengetahui sistem demokrasi yang saat ini dianggap merupakan metode ter-ideal untuk menunjuk-kan kedaulataan rakyatt dalam sistem pemerintahan.
"Era Nabi, kontekstualnya (Surat Al-Maidah) kala itu belum dikenal adanya pemilihan," lanjutnya.

Ayat yg dimaksud oleh Ahok yakni :
“Hai orang2 yg beriman, jangan sampai Anda mengambil beberapa orang Yahudi ataupun Nasrani jadi pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka yaitu pemimpin bagi sebagian lainnya. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka jadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk juga dalam golongan mereka. Sesungguhnya Allah tak berikan tata cara terhadap beberapa orang yg zalim” (QS. Al Maidah : 51)

Beberapa netizen memprotes opini Ahok tersebut. Lantaran menurut mereka, surat serta ayat pada Al-Quran berlaku kapanpun, bukan cuma di era Rasulullah serta era kekhalifahan saja.

0 Response to "Pernyataan Ahok Menyebutkan Bahwasanya Surat Al-Maidah ayat 51 Hanya Berlaku di Era Rasul dan Khalifah"

Post a Comment