Kisah Remaja Perempuan Yang Tinggal Berdua Sang Ayah Bisu dan Tuli, Kalian Sanggup Membacanya



9TrendingTopicTidak ada ayah yang sempurna, tapi seorang ayah akan selalu mencintaimu dengan sempurna. Tulisan ini diinspirasi oleh sebuah video berjudul 'Silence of love' yang di-upload di YouTube pada tahun 2011 silam. Video ini memang cuma sebuah iklan dari Thailand, tapi sanggup menyentuh hati dan perasaan banyak orang.

Kisahnya tentang seorang remaja perempuan yang hanya tinggal berdua dengan ayahnya sejak kecil. Mereka bukan keluarga berada. Selain itu, sang ayah bisu dan tuli. Di dalam hati kecilnya, gadis itu menginginkan seorang ayah yang lebih baik, yang bisa bicara, mendengar dan memahaminya.

Dia ingin seorang ayah yang normal, seperti anak-anak lainnya.

Pasalnya, gara-gara kondisi ayahnya tersebut, dia menjadi bahan olokan beberapa temannya di sekolah. Itu dialaminya hampir setiap hari. Pada suatu titik, gadis itu merasa tidak tahan lagi.

Di hari ulang tahunnya, di mana sang ayah sudah menyiapkan kue ulang tahun untuk dia, gadis itu mencoba bunuh diri dengan memotong urat nadinya. Sang ayah menemukannya tergolek di kamar mandi. Sang ayah langsung menggendong, membawanya sambil berlari ke rumah sakit.

Kepada dokter, dalam kebisuannya, sang ayah berkata sambil menangis: "Tolong, jangan biarkan apapun terjadi pada putri saya. Saya punya uang. Saya punya rumah. Ambillah semua. Putri saya tidak boleh mati. Ambil darah saya."

Sebesar itulah cinta sang ayah.

Ayah manapun di dunia ini, dalam situasi serupa, rasanya pasti akan bicara dan bertindak yang sama.
"Makan lebih banyak sayang. Itu akan membantumu tumbuh."

"Baik-baik di sekolah."

"Ini hari ulang tahun anak saya (dia bercerita pada orang yang membeli dagangannya)."

"Selamat ulang tahun. Bahagialah selalu. Sayang, ayah."

"Aku lahir bisu dan tuli. Aku minta maaf untuk itu. Aku tak bisa bicara seperti ayah-ayah lainnya. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu sepenuh hati."
Sebesar itulah cinta sang ayah, juga seharusnya ayah-ayah manapun di dunia.
Transfusi darah dari sang ayah tidak sia-sia. Si gadis perlahan lewat dari masa-masa kritisnya.

Kilasan-kilasan dari masa lalu muncul di kepalanya. Dia melihat kembali saat-saat indah bersama sang ayah. Dia menyesal dan berlinang air mata.

Dia sadar kalau ayahnya selalu menyayangi dan mencintainya, dari dahulu sampai sekarang - dan pasti selamanya. Saat sang ayah marah, itu karena sang ayah tak mau dia melangkah di jalan yang salah.

Dia sadar kalau dia seharusnya menyayangi sang ayah, yang selalu menyayanginya setiap saat.

Itu pesan buat kita semua.




sumber : forum.merdeka.com

0 Response to "Kisah Remaja Perempuan Yang Tinggal Berdua Sang Ayah Bisu dan Tuli, Kalian Sanggup Membacanya"

Post a Comment