Jadi Perempuan Jangan Mau Dimadu, Kesehatan Memburuk Akan Terjadi Pada Perempuan Yang Dimadu


9TrendingTopic - Masih lekat pada ingatan kita tentang kisah seorang perempuan bernama Ana Busyaeri yang curhat tentang kehidupan rumah tangganya yang akhirnya harus bercerai lantaran tidak kuat meghadapi poligami yang dilakukan mantan suaminya.

Curhatan keluh kesah Ana dituangkannya dalam sebuah video yang diunggahh di Youtube berdurasi sekitar 4:32 menit. Video hitam-putih tersebut menuliskan rangkaian kalimat dari Ana tentang poligami. Video tersebut pun sempat menjadi viral di dunia maya. Video tersebut diberi judul “Syurga yang Tidak Dirindukan”.

PEREMPUAN YANG DIPOLIGAMI MENGALAMI PENURUNAN KEPUASAN HIDUP DAN KEPUASAN PERKAWINAN YANG DIJALANINYA
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Al-Krenawi yang dipublikasi pada World Journal Psychiatry tahun 2013 pada perempuan Syria menemukan korelasi antara poligami dengan kesehatan perempuan yang mengalami poligami oleh suaminya. Studi tersebut mengungkapkan terjadi penurunan kepuasan hidup dan kepuasan perkawinannya juga menurun.

PEREMPUAN YANG DIMADU AKAN MENGALAMI GANGGUAN JIWA YANG BERDAMPAK BURUK PADA KESEHATAN JASMANI
Para perempuan yang dipoligami juga akan mengalami permasalahan gangguan jiwa yang berdampak pada kesehatan tubuhnya. Lebih mudah jatuh ke dalam depresi yang mendalam. Mudah cemas, sering merasa paranoid, dan dapat mengalami gangguan psikosomatik.

PEREMPUAN YANG DIMADU OLEH SUAMI AKAN LEBIH MUDAH STRES DAN MERASA RENDAH DIRI
Penelitian di Turki membandingkan kehidupan perempuan yang dipoligami dengan perempuan monogamy. perempuan yang dimadu akan lebih mudah stres dan mudah mengalami gangguan jiwa. Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan di Jordania, perempuan yang dimadu akan merasa rendah diri dan menganggap diri tidak berharga.

RASA CEMBURU YANG BERLEBIHAN DAN MERASA TIDAK BERHARGA AKAN MUNCUL DI DALAM BENAK DAN HATI PEREMPUAN YANG DIMADU
Penelitian yang dilakukan oleh Dr Rana Raddwi, seorang Asosiat Profesor dari Departemen Bahasa Inggris yang ada di American University of Sarjah melibatkan 100 perempuan Arab dan menemukan fakta perempuan yang dimadu akan merasa cemburu dan merasa sia-sia. Penelitian ini berfokus pada emosi negative yang dirasakan oleh perempuan yang dipoligami.

Lalu penelitian lain yang dilakukan oleh Dr Heba Sharkas seorang konselor dari Al Amar Centre bagian permasalahan keluarga mengatakan, pria bisa saja memiliki istri kedua ketika dia memiliki kemampuan untuk peduli dan perhatian terhadap setiap anak dan istrinya.

Tanggung jawab adalah faktor utama yang perlu dimiliki oleh seorang pria yang memutuskan untuk berpoligami. Perhatian yang diberikan dari suami terhadap istri-istrinya akan berdampak pada kesehatan tubuh sang istri. Jika suami tidak bisa berlaku adil terhadap semuanya secara rata, maka sebaiknya poligami tidak dilakukan.

Hati perempuan akan terluka amat dalam jika ia tidak menerima dengan ikhlas seorang suami yang dicintainya mencintai perempuan lain dihadapannya langsung. Tak hanya sakit fisik yang bisa timbul, seorang perempuan yang depresi akibat poligami berpotensi untuk melakukan tindak bunuh diri.

KEPUASAN DALAM PERKAWINAN AKAN BERDAMPAK BURUK PADA KESEHATAN
Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh Chung dan Kim dari Universitas Yonsei yang berbasis di Korea Selatan melihat hubungan yang terjadi antara perkawinan dan kepuasan perkawinan dengan kesehatan. Survei ini melibatkan sebanyak 8.538 partisipan yang berasal dari berbagai negara seperti China, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Pasangan yang puas dalam perkawinannya akan lebih sehat dibanding sebelum menikah. Tetapi orang yang tidak puas dengan pernikahannya memiliki permasalahan kesehatan yang sama dengan orang yang tidak menikah.

POLIGAMI TAK HANYA MEMPENGARUHI KEHIDUPAN ISTRI, TETAPI ANAK DI DALAM KELUARGA PUN BISA MERASAKAN DAMPAKNYA
Poligami yang dilakukan suami terhadap istrinya tidak hanya memengaruhi kehidupan perempuan yang telah dinikahinya, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap anak-anak terlebih tanpa menghiraukan pendapatnya. Ini akan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhannya beberapa tahun yang akan datang.

Umumnya anak memiliki keinginan untuk berada di dalam sebuah keluarga yang terdiri dari satu orang ibu dan ayah. Anak ingin selalu diperhatikan secara penuh oleh orang tua kandungnya. Jika sang ayah melakukan poligami dengan perempuan lain yang bukan ibnya, anak-anak akan merasa marah, kecewa, bahkan cemburu.

Emosi anak akan tidak stabil. Tumpukan amarah bisa berubah sangat drastic, dari anak yang ceria menjadi pemurung atau pembangkang. Menurut pengalaman Kak Seto yang sudah ahli menangani kasus anak-anak, anak-anak yang ayangnya berpoligami cenderung tidak akan menerima. Mereka akan melakukan sejumlah reaksi penolakan. Pikiran anak yang dipenuhi oleh emosi dapat menghambat tumbuh kembang anak basic secara psikis, fisik, dan prestasinya di sekolah.

Perasaan traumatik pun akan muncul pada ketika melihat ketidakharmonisan hubunngan pada ayah dan ibunya yang jadi sering bertengkar ketika poligami mulai terjadi. Ia akan merasa tidak aman ketika berada di dekat orang tuanya sendiri.


sumber : ruangperempuan.com

0 Response to "Jadi Perempuan Jangan Mau Dimadu, Kesehatan Memburuk Akan Terjadi Pada Perempuan Yang Dimadu"

Post a Comment