Hanya Dengan Meminta Maaf Saat Lebaran, Apa Sudah Cukup Membuat Kesalahan Terhapus ?



9Trendingtopic - Di saat lebaran (idul fitri) apakah kita memang diharuskan untuk bermaaf-maafan? Haruskah kita mengucapkan mohon maaf lahir batin? Kemudian, apa iya jika dosa akan terhapus karena bermaafan?

Momen bermaafan merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri. Pada hari tersebut kita berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga besar lalu saling bermaaf-maafan.

Menurut sejumlah hadits, saat hari Idul Fitri atau usai Ramadhan, Rasulullah Saw dan para sahabat ketika bertemu "hanya" saling mendoakan dengan upacan "taqabbalallahu minna wa minkum" (semoga Allah menerima amalan kami dan kalian).

Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar[Fathul Bari 2/446] : “Dalam “Al Mahamiliyat” dengan isnad yang hasan dari Jubair bin Nufair, ia berkata (yang artinya) : Para sahabat Nabi Saw bila bertemu pada hari raya, maka berkata sebagian mereka kepada yang lainnya: Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu)”.

Ibnu Qudamah dalam “Al-Mughni” (2/259) menyebutkan bahwa Muhammad bin Ziyad berkata : “Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan selainnya dari kalangan sahabat Nabi Saw. Mereka bila kembali dari Shalat Id berkata sebagiannya kepada sebagian yang lain: Taqabbalallahu minnaa wa minka.

Lepas dari hal tersebut, psikolog Rosdiana Setyaningrum mengatakan, meminta maaf dan memaafkan bermanfaat untuk mengangkat satu beban hidup. Apalagi jika dilakukan dengan tulus. Tapi, apakah memintaa maaf saja cukup untuk menghapuskan kesalahan?

"Untuk kesalahan fatal (menyakiti karena omongan dan perbuatan), sebenarnya permintaan maaf saja enggak cukup," kata Rosdiana dilansir dari laman Kompas.

Permintaan maaf seharusnya dilanjutkan dengan memperbaiki kesalahan. Misalnya dengan tidak mengulanginya dan berbuat lebih baik lagi kepada orang tersebut. Hal ini perlu dilakukan agar tidak menganggap minta maaf setiap melakukan kesalahan itu mudah.

"Kalau sungguh-sungguh minta maaf, kan disertai rencana tindakan untuk memperbaiki hal tersebut," ujar Rosdiana.

Sementara kepada orang yang memberi maaf, juga harus diserati ketulusan. Rosdiana mengatakan bahwa yang paling sulit adalah bukan memberikan maaf, melainkan melupakan. Orang bisa saja mudah memberikan maaf, tapi mereka kerap menyisakan perasaan dan pikiran dari kesalahan orang tersebut.

Bila hal tersebut terjadi, maka jangan menyalahkan diri sendiri. Sebab, melupakan memang butuh proses dan tak semudah memberikan maaf.

"Kadang tidak melupakan seluruhnya, jadi bagus buat kita untuk siap-siap, tapi dalam proses melupakan itu kita harus memberikan kesempatan kedua buat dia (yang melakukan kesalahan)," ujar Rosdiana.

Kesimpulannya adalah memohon maaf atau saling bermaafan saat lebaran hukumnya tidak harus, tidak sunah, namun juga tidak dilarang. Hukumnya adalah boleh (mubah). Islam juga memerintahkan minta maaf kapan saja begitu berbuat kesalahan, bukan menunggu lebaran. Tapi, bermaafan saat lebaran pun tidak ada larangan. Ini tradisi baik, tidak ada dalil yang melarangnya.

Itulah bagaimana seulas dari hukum bermaaf-maafan saat Idul Fitri

sumber: wajibbaca.com

Mau Ziarah, Wanita Ini Kaget Kuburan Bayinya Tiba-Tiba Hilang, Yang Terjadi Ternyata..


9Trendingtopic - Pergi ziarah sudah menjadi suatu rutinitas warga pada momen hari raya Idul Fitri.
Kebiasaan, setelah melaksanakan salat Id warga akan bersalam-salaman dan bergegas berziarah ke kuburan.

Belum jelas asal usul budaya yang selalu dilakukan setiap tahun ini.
Apakah memang sesuai anjuran dalam agama Islam, atau budaya yang terus dipertahankan.
Bicara masalah ziarah, Sripo masih kuat mengingat kisah bagaimana kuburan warga bisa hilang saat diziarahi keluarga.

Kejadian itu menjadi berita eklusif di Sripo tahun lalu bagaimana banyak warga tampak linglung ketika ziarah ke makam keluarganya.
Ternyata ada rahasia terungkap setelah ditelusuri.

Berikut cerita Nursi yang bingung mengapa kuburan anaknya.
Nursi (56) sempat bertanya-tanya dalam hatinya apakah dirinya memang lupa atau tidak saat mencari makam anaknya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning, Palembang.
Namun setelah meyakinkan dirinya dan ingat betul dimana kuburan anaknya, Nursi kaget bukan kepalang saat mengetahui makam kuburan anaknya sudah hilang tanpa jejak.
"Saya tahunya pas lebaran haji (Idul Adha) kemarin. Waktu untuk mau ziarah, tapi ternyata kuburan anak saya sudah tidak ada lagi dan digantikan makam orang lain. Saya bingung mengapa bisa begini," ujar Nursi, seorang ibu rumah tangga yang tercatat sebagai warga Jalan Kapten Rivai Palembang, saat dibincangi Sripo Sabtu (17/9/2016).

Merasa belum puas dan berharap dirinya memang lupa, Nursi pun kembali mengelilingi area pemakaman untuk meyakinkan dirinya sendiri.
Namun tetap saja Nursi tak menemukan pedapuran makam anaknya.
Nursi mengakui, ukuran pedapuran makam anaknya memang kecil yang panjangnya tak sampai satu meter.

Batu nisannya pun terbuat dari cor semen dan bukan dari keramik.
"Anak saya itu meninggal dunia tahun 1984, waktu itu masih bayi berusia tiga bulan. Memang sejak tahun 2000-an saya jarang ziarah, tapi setiap lebaran pasti ziarah. Waktu bulan puasa tahun kemarin saya ziarah dan makam kuburan anak saya masih ada, barulah terakhir kali lebaran haji kemarin kuburannya sudah tidak ada," ujar Nursi.

Nursi memberitahukan kepada suaminya perihal makam anak mereka sudah tidak ada dan ditumpangi makam orang lain.
Bersama suaminya, Nursi pun bertanya kepada tukang gali kubur TPU Puncak Sekuning.
Namun Nursi mendapatkan jawaban kurang jelas dari tukang gali kubur.
"Saya tanya dengan tukang gali kubur, dijawabnya tidak tahu. Mungkin katanya makam anak saya itu tidak diurus lagi dan juga makam bayi, jadi digali lagi buat kuburan yang baru," ujarnya.
Berbeda dengan Riswanti, warga sekitar kawasan TPU Puncak Sekuning.
Meski ada makam yang tumpang tindih, namun Riswanti rutin memeriksa makam keluarganya paling tidak tiga hari sekali.

Riswanti pun merasa was-was lantaran makam keluarganya tidak memakai pedapuran atau batu nisan seperti makam kuburan lainnya.
"Makam keluarga saya ini berada diantara makam orang lain yang dipasang keramik. Makam keluarga saya hanya ditandai botol sebagai batu nisan. Untuk memasang keramik, saya tidak ada biaya," ujarnya.

Sementara itu saat Sripo mendatangi Pos Pengawas TPU Puncak Sekuning yang berada di bawah naungan DPJPP Kota Palembang, Yancik (60), petugas pengawas, membantah jika ada makam tumpang tindih di tempat yang ia kelola.
Ia menyakinkan bahwa setiap ada makam yang baru, Yancik selalu mengecek langsung.
"Selama saya mengawasi, tidak ada yang tumpang tindih meskipun itu makam yang lama atau makam bayi.Memang saya cek tukang gali kubur, kondisinya sudah ada lobang. Untuk bentuk semulanya sebelum digali saya tidak tahu dan saya tidak ingat betul," ujarnya.

Yancik mengakui, TPU Puncak Sekuning memiliki luas sekitar lima hektar dan sejarahnya dibuka sekitar tahun 1918.
Untuk jumlah persisnya berapa total makam di TPU ini, mungkin sudah mencapai ratusan ribu makam.

Sejak dari dulu memang banyak warga yang berprofesi sebagai jasa tukang gali kubur.
Namun itu pengawasan tukang gali kubur bukan kewenangannya.
"Kalau tukang gali kubur yang dalam pengawasan saja ada delapan orang. Memang ada tukang gali kubur lainnya yang bisa dikatakan liar, tapi saya tidak begitu mengawasinya,"
"Karena mereka juga mencari rezeki sebagai tukang gali kubur. Pastinya sampai saat ini tidak ada kuburan yang tumpang tindih di TPU Puncak Sekuning," ujar Yancik yang sudah menjadi pengawas TPU Puncak Sekuning sejak tahun 1978.

Tolak Makamkan Bayi
DALAM pengawasannya, Yancik yang sudah menjadi lama menjadi pengawas makam di Puncak Sekuning, Palembang, selalu memperketat izin untuk pemakaman.
Terutama jika untuk pemakaman bayi yang baru meninggal dunia.

Yancik mengaku beberapa kali menolak warga yang hendak memakamkan bayi karena syarat-syaratnya tidak lengkap.
Padahal syaratnya cuma nama bayi yang meninggal dan Kartu Keluarga dari si orangtua bayi yang meninggal dunia.
"Saya pernah menolak ada bayi dimakamkan, karena takutnya nanti hasil aborsi dan takutnya saya juga bisa dilaporkan ke polisi,"
"Waktu itu orang itu mau menguburkan bayi tanpa nama, sesuai aturannya izin makam baru harus ada nama,"
"Jadi dalam menjalankan tugas saya sebagai pengawas kuburan ini, saya jalankan sesuai aturan hukum dan saya selalu berkoordinasi dengan Polsek setempat," jelas Yancik.

Ia menambahkan, sesuai aturannya, setiap pihak keluarga yang akan memakamkan keluarganya yang meninggal dunia di TPU Puncak Sekuning, seharusnya melapor ke pos pengawas TPU.
Namun kenyataannya masih sedikit kesadaran masyarakat yang melapor.
Bahkan jika terhitung sudah tiga tahun dimakamkan, sesuai peraturannya pihak keluarga makam harus kembali melapor.
"Masih sedikit pihak keluarga yang melapor kembali izin makam. Padahal sesuai aturannya, jika tiga tahun tidak melapor, makam boleh dibongkar,"
"Tapi kalau saya tidak lakukan, karena mungkin saja pihak keluarga tidak ada di Palembang," ujarnya.

Dua Jenazah Satu Liang? Tergantung Kondisi Mayit
SAIM MARHADAN, Ketua MUI Kota Palembang mengatakan membongkar kuburan muslimin merupakan tindakan yang tidak diperbolehkan kecuali setelah lumat dan menjadi hancur.
Hal itu dikarenakan membongkar kuburan menyebabkan pecahnya jasad mayit dan tulangnya.
Belum lagi saat dilakukan pengalian terhadap kuburan tersebut kerap kali berpotensi menimbulkan fitnah.
Kebiasaan orang kita banyak menimbulkan cerita macam-macam seperti kuburan si A beginilah begitulah.

Untuk menghindari hal ini alangkah baiknya tak melakukan pembongkaran kuburan yang sudah ada.
Memang tak bisa ditentukan kapan waktu tulang belulang dan bagian tubuh manusia yang lunak menyatu dengan tanah.
Ini bisa berbeda-beda berdasarkan kondisi tanah tempat pemakaman.
Ada tanah padang pasir yang kering dimana mayat tetap utuh di dalamnya masya Allah sampai sekian tahun.

Ada pula tanah yang lembab yang jasad cepat hancur, sehingga tidak mungkin meletakkan patokan untuk menentukan dengan tahun tertentu untuk mengetahui hancurnya jasad.
Lebih baik menghindari hal demikian, apalagi dalam satu liang lahad terdapat dua jenazah yang berbeda keluarga, yang bisa menimbulkan masalah lainnya.

Oleh karena itu sebaiknya petugas pemakaman memastikan lahan yang disediakan menjadi lahan kuburan benar benar kosong.
Jangan sampai ada warga yang dirugikan kehilangan sanak keluarganya karena kuburannya sudah digantikan
dengan kuburan yang baru.

sumber: palembang.tribunnews.com

LEBARAN, Kata Sederhana yang Maknanya Begitu Mengagumkan, Orang Amerika Pun Sampai Terheran-heran !!



9Trendingtopic - Bagi umat Islam sebenarnya hanya ada dua hari raya.
Idul-Adha – yaitu Pesta Haji, atau Idul-Qurban yang secara harfiah berarti Pesta Kurban, atau yang terkenal dengan -nama lam 'Idul-Kabir — yang berarti Perayaan Besar.
Hari raya ini jatuh pada setiap tanggal 10 Zulhijjah.
Kemudian 'Idul-Fitri, yaitu pesta berakhirnya kewajiban berpuasa, dan jatuh pada setiap tanggal 1 Syawal.

Perayaan ini juga disebut 'Idus-Sagir yang berarti Perayaan Kecil, dan dalam bahasa sehari-hari disebut Lebaran.
Namun, masyarakat ada kebiasaan membuat perayaan Lebaran lebih ramai di antara kedua hari raya itu.
Begitu besar dan meluasnya perayaan 'Idul-Fitri itu, sehingga ada kalanya orang tidak menyadari lagi unsur ibadah yang melatarbelakanginya.

Hangat dalam kedinginan
Kesadaran saya akan pentingnya makna Lebaran baru muncul ketika harus mengalaminya jauh dan sanak-saudara.
Tiga kali Lebaran, antara Agustus 1961 hingga Maret 1965, saya lewatkan di Amerika Serikat.
Pada waktu itu kegiatan organisasi mahasiswa muslim belum sebaik sekarang.
Bahkan, pada salah satu Lebaran itu, saya justru harus menjalani ujian yang sangat menentukan.
Saya ingat, ketika keluar dari ruang ujian, saya bertemu seorang mahasiswa Mesir.

Dengan serta-merta saya mengulurkan tangan untuk bersalaman sambil mengucapkan Minal Aidin wal Fa-izin.
Setengah tercengang ia bertanya, What's wrong? Saya menjawab bahwa tidak ada kesalahan apa-apa, hanya ingin mengucapkan selamat selesai melaksanakan puasa.
Baru ia mengerti, seraya mengatakan bahwa yang harus disebut ialah 'Eidul-Mubarak.
Kemudian la bertanya lagi mengapa harus repot-repot, karena Idul-Qurban-lah yang lebih penting dirayakan.

Sahur bakso bola tenis
Ketika itu saya tinggal bertiga. Bulan-bulan Ramadan waktu itu jatuh pada musim dingin.
Untuk membuat makanan hangat menjelang sahur rasanya sangat memberatkan.
Maka untuk makan sahur, hanya air minum dan nasi saja yang kami hidangkan panas-panas.
Lauknya kami ikutkan menjadi panas di dalam nasi.
Satu kali, salah seorang kawan saya ada yang berbaik hati membuat sop bakso.

Baksonya dibuat dari daging cincang. Betapa gelinya ketika saya bermaksud menyendok bakso itu.
Di dalam panci terdapat tiga bakso. Rupanya, untuk mudahnya kawan saya itu membagi 1 pon daging cincang menjadi tiga bagian yang sama besar, dan kemudian mengubahnya menjadi tiga butir bakso.
Jadi boleh dikata, bakso bola tenis tidak diciptakan orang Indonesia di Senayan, melainkan di Raleigh, AS, pada awal tahun-tahun enam puluhan.
Keadaan seperti itu masih tertahankan buat kami.

Yang merasuk nyeri dalam kalbu ialah rasa kehilangan suasana kehangatan yang biasanya terjalin antara sesama anggota keluarga.
Baru setelah pulang ke Indonesia, dan kemudian memimpin keluarga yang terdiri atas anak- istri, saya dapat menyadari rasa kehilangan yang melanda setiap orang Indonesia yang harus merayakan Lebaran sendirian, jauh dari tanah air.

Di Indonesia, selama sebulan penuh seisi rumah selalu berusaha berbuka puasa dan makan sahur bersama.
Salat isya' selalu dapat kami lakukan berjamaah, dilanjutkan salat tarawih.
Saat kami anak-beranak serta seluruh penghuni rumah lainnya saling bersalam-salaman sangat tidak ternilai maknanya.
Mengantar zakat fitrah kepada yang berhak pun merupakan suatu peristiwa yang penuh hikmah, karena penyerahannya dapat dilakukan dengan ijab kabul.
Saat-saat setelah selesai menunaikan salat Id pun merupakan peristiwa yang syahdu, karena semua anak-cucu berkumpul di rumah nenek untuk memohonkan maaf dan saling bermaaf-maafan.

Mengeratkan kekeluargaan
Kalau saya mengenang kembali masa-masa merayakan Lebaran sendirian, jauh dari sanak- saudara, barulah saya memahami hikmah yang kita peroleh sebagai bangsa Indonesia dengan merayakan Idul Fitri sebagai Lebaran yang meriah.
Agaknya peristiwa itulah yang membantu kita untuk selalu memelihara tali persaudaraan yang kuat.

Orang Amerika sering bertanya-tanya, mengapa sangat sedikit mahasiswa tugas belajar dari Indonesia yang membelot.
Jarang sekali yang memilih menetap di rantau setelah menyelesaikan pendidikannya, walaupun tergiur oleh penghasilan yang tinggi.
Ada kawan yang mencoba menjawab bahwa Indonesia itu indah tiada tara.
Tetapi itu barangkali hanyalah suatu rasa cinta tanah air yang berlebihan.

Soal keindahan pemandangan, setiap negara juga memiliki panorama yang khas.
Menurut perasaan saya, rasa kangen pulang pada orang Indonesia lebih banyak ditentukan oleh suasana hangat kekeluargaan di rumah dan lingkungannya.
Ketika pada tahun 1969 berkesempatan mengunjungi AS lagi, saya menempati sebuah kamar di lantai atas sebuah hotel.
Jika keluar ke lobi, tidak ada seorang pun tempat bersapa.
Apalagi di kaki lima. Maka begitu selesai urusan pada hari berikutnya, saya mempercepat keberangkatan ke Raleigh.

Di bekas tempat saya menuntut ilmu ini, saya menginap di rumah kawan, sepasang suami-istri yang sedang tugas belajar.
Mereka juga membawa kedua anak mereka.
Suasana kekeluargaan segera terasa, setelah tinggal di hotel selama tiga minggu di Inggris.
Pengalaman ini selalu kembali di pelupuk mata saya ketika selesai melaksanakan salat tarawih bersama keluarga.

Agaknya, salah satu hikmah tarawih itu adalah mempererat hubungan kekeluargaan.
Karena hal itu terjadi dalam bulan puasa yang diakhiri dengan Lebaran, dengan sendirinya Lebaran menjadi peristiwa yang memperkokoh hubungan rumah tangga.
Asal saja, hikmah yang diambil dari Lebaran itu bukan hanya peristiwa mengenakan pakaian baru, dan melakukan wisata ke tempat-tempat hiburan.

Enggan jauh-jauh
Selain membawa keuntungan, tentu saja keeratan hubungan keluarga dapat membawa mudarat.
Salah satunya ialah sifat orang Indonesia yang senang tetap berkumpul dengan keluarganya.
Akibatnya, betapa sulit menyuruh pemuda kita untuk menganggap seluruh wilayah Indonesia sebagai lahan penghidupannya.
Seorang ahli mesin dari Purwokerto misalnya, dengan mudah dapat menemukan pekerjaan di anjungan minyak di lepas pantai.

Namun, keluarganya mengharapkannya untuk tidak pergi jauh-jauh.
Pada pekerjaan yang mungkin ditemukannya di kota asalnya itu, mungkin hanya sebagai juru tulis atau penjaga generator cadangan.
Untuk mengatasi kemudaratan itu, sambil memanfaatkan keuntungannya, kiranya kita perlu mengusahakan agar semua tempat di Indonesia ini menjadi "sama dekat ke mana-mana".
Harus dapat diusahakan agar hubungan telepon otomatis dapat menjangkau semua pelosok, dan biaya sambungan langsung jarak jauh tidak mencekik leher.

Harus pula dicari suatu cara, agar perjalanan dalam negeri dapat dilakukan selancar perjalanan ke luar negeri, dengan biaya yang tidak lebih mahal pula.
Mudah-mudahan sarana seperti itu dapat membantu suatu keluarga muda untuk mengunjungi orangtuanya sekali tiga tahun, tanpa harus menghabiskan seluruh simpanannya selama waktu itu, untuk satu kali perjalanan itu saja.
Lebaran, Lebaran. Namamu sederhana, tetapi maknamu agung. Allahu Akbar!

Ditulis oleh Andi Hakim Nasoetion seperti dimuat di Majalah Intisari edisi April 1990.

sumber : bangka.tribunnews.com

Tukang Bangunan Temukan Benda Kuno Waktu Renovai Rumah, Saat Dibuka Isinya Sungguh Mencengangkan!! Bikin Haru



9Trendingtopic - Saat sedang merenovasi rumah, hal yang ingin kita lakukan tentunya bagaimana caranya seminimal mungkin menekan biaya perbaikan.
Kita berharap tidak terlalu banyak yang harus diganti atau dibenahi, tapi rumah tetap cantik usai direnovasi.

Namun, kejadian mengejutkan dialami sebuah keluarga di San Fransisco, Amerika Serikat.
Saat mereka merenovasi rumah dan menggali tanah tepat dibawah rumah mereka, tukang mendapatkan kejutan besar dari dalam tanah.

Mereka menemukan peti mati cukup besar dengan ukuran pas untuk menampung anak kecil.
Peti mati itu memiliki tutup kaca dan sekilas bisa melihat isi didalamnya yang ternyata ada mayat anak kecil yang telah meninggal.

Keluarga itu langsung syok dengan kejadian itu.
Terkejut dan penasaran, keluarga tersebut bertanya-tanya siapa gadis kecil ini.
Akhirnya setahun kemudian, kebenaran telah terungkap siapa anak kecil itu.

Peti mati yang ditemukan di bawah rumah itu berasal dari abad ke-19.
Luar biasa peti mati kaca itu benar-benar kedap udara dan tubuh gadis itu dipelihara dengan sangat baik di dalamnya.

Melalui kaca, kita bisa melihat wajahnya dan melihat bahwa dia sedang memegang seikat bunga di tangannya.
Ericka Karner pemilik rumah itu langsung menghubungi polisi usai menekuman benda mengejutkan itu.
Ternyata tanah yang dibangun rumah Ericka dulu adalah sebuah kuburan sampai tahun 1930an.

Kemudian, tanah itu dibangun kembali sebagai pemukiman dan semua kuburan dipindahkan.
Sayangnya, peti mati si gadis kecil itu sudah seakan dilupakan.
Garden of Innocence (GOI) memanggil gadis Miranda dan menguburnya kembali di pemakaman lain.
Tapi mereka masih belum tahu siapa dia.
Jadi mereka terus mencari identitas gadis itu.

Dengan bantuan catatan pemakaman dan dokumen dari kuburan lokal, akhirnya organisasi tersebut berhasil menemukan identitas gadis tersebut.
Nama gadis kecil itu Edith Howard Cook.
Dia meninggal pada tanggal 13 Oktober 1876, tepat sebelum dia berumur tiga tahun.

Ternyata juga Edith memiliki keluarga yang tinggal didaerah tersebut bernama peter Cook yang merupakan sang kakak.
Peter tak pernah tahu kalau dia memiliki seorang adik.
"Saya menemukan kerabat yang bahkan saya tidak tahu ada. Kesedihan dalam hal ini, apakah gadis kecil itu tidak hidup sampai usia tiga tahun," ucapnya

Penyebab kematian Edith tidak sepenuhnya jelas, tapi dia diduga meninggal karena penyakit menular.
Sekarang nama asli Edith diketahui, GOI memutuskan untuk mengadakan pemakaman lain untuknya dan memberinya batu nisan yang tepat lengkap dengan nama dan gambarnya.

Beberapa minggu yang lalu, staf dari GOI bertemu dengan Peter Cook dan mengucapkan selamat tinggal pada Edith.
"Saya benar-benar terpesona dengan cerita ini dan saya senang orang-orang Samaria yang baik ini terus mencari sampai mereka menemukan identitas Edith," tutur GOI
Kini setelah misteri itu terpecahkan, akhirnya Edith bisa beristirahat dengan tenang.

sumber :palembang.tribunnews.com

Jauh dari Terpaan Gosip dan Belum Dikaruniai Anak Setelah 8 Tahun Menikah, Begini Kehidupan Rumah Tangga Pasangan Artis Ini


9Trendingtopic - Mempunyai anak merupakan hal yang paling dinanti oleh pasangan resmi yang telah menikah.
Pernikahan tanpa kehadiran buah hati, mungkin dianggap oleh sebagian orang kurang sempurna.
Bahkan tidak hadirnya anak dalam pernikahan bisa memicu perpisahan.

Namun hal tersebut tampaknya tak berlaku bagi pasangan selebritis ini.
Lama menikah dan belum dikaruniai momongan, pasangan selel ini justru terlihat begitu harmonis.
Siapakah mereka?

Mereka adalah pasangan artis Dimas Seto dan Dhini Aminarti.
Dimas dan Dhini sama-sama dikenal sebagai artis peran Indonesia.
Dulu, keduanya sering wira-wiri di layar kaca bermain dalam sinetron atau terlibat produksi film.
Kisah cinta Dimas dan Dhini sudah terjalin sejak tahun 2008 ketika keduanya masih aktif di layar kaca.
Saat itu, Dimas dan Dhini sempat terpegok sedang berada di kawasan puncak.
Sempat membantah, pasangan ini pun akhirnya mengakui sedang menjalin kasih.

Hubungan asmara keduanya bisa dibilang mulus.
Apalagi saat itu baik Dhini dan Dimas sudah dikenal oleh keluarga masing-masing.
Merasa mantap dengan sang kekasih, keduanya pun siap lanjut ke jenjang yang lebih serius.
Dhini mengaku sempat melakukan salat istikarah ketika hendak menikah dengan Dimas.
Ia ingin memantapkan hati untuk memilih pria yang akan menjadi imam keluarganya kelak.
Sempat berencana menikah di tahun 2010, pernikahan tersebut akhirnya justru terlaksana lebih cepat.

Dimas dan Dhini mengucap janji suci pada tahun 2009.
Bertempat di Rumah Griya Asri, Jakarta Selatan, mereka melangsungkan akad nikah yang berlangsung sakral dan khidmat.
Hari itu Sabtu, 12 Desember 2009.
Saat akad nikah hanya keluarga dan tamu undangan yang diperkenankan masuk.
Saat akad nikah, baik Dhini dan Dimas sempat meneteskan air mata.

Dimas menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar Rp 1.212.009.
Jumlah uang tersebut sesuai dengan tanggal pernikahan mereka.
Kini sudah hampir 8 tahun pasangan ini menjalani biduk rumah tangga.
Cobaan yang paling berarti bagi mereka adalah soal momongan.
8 tahun menikah, kabar bahagia soal datangnya buah hati itu belum juga terdengar.

Namun meski demikian, tak lantas membuat kadar cinta keduanya berkurang.
Dimas dan Dhini bahkan masuk dalam deretan pasangan artis yang jauh dari gosip.
Rumah tangga mereka berjalan harmonis dan manis.
Bukan hanya itu, kini mereka pun lebih mendekatkan diri ke agama.

Dhini yang sebelumnya sering tampil menawan dengan rambut indahnya, kini semakin menawan dengan hijab yang menutup kepalanya.
Pasangan ini juga tipe pasangan yang tidak pelit berbagi momen kemesraan mereka.
Keduanya sering kali memposting foto-foto kebersamaan yang membuat netizen iri.

sumber : style.tribunnews.com

Nggak Nyangka !! Ternyata Sosok Anggota TNI Ini Anak dari Selebriti Terkenal yang Kini Menjabat Wakil Gubernur!!



9Trendingtopic - Beberapa artis ternama Indonesia ternyata punya banyak cerita unik dan prestasi dalam keluarganya.
Tak selamanya, jika anak seorang artis harus mengikuti jejak orangtuanya terjun ke dunia hiburan.
Seperti sosok Zulfikar Rakita Dewa.

Perwira pertama di TNI AD ini rupanya anak seorang artis kondang.
Zulfikar Rakita Dewi sempat menjadi pasukan perdamaian PBB di Lebanon.
Sang ayah tak lain adalah Deddy Mizwar!
Ya, kini selebriti kondang ini menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat.
Seperti dikutip dari Wikipedia, Deddy Mizwar lahir di Jakarta 5 Maret 1955.
Kini usianya sudah 62 tahun.

Menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat sejak 13 Juni 2013.
Ia juga merupakan seorang aktor senior dan sutradara Indonesia.
Ia pernah menjadi Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional periode 2006-2009.

Deddy Mizwar merupakan politikus dari jalur independen yang diusung oleh Partai Keadilan Sejahtera.
Pada Pilkada Jawa Barat 2013, dia terpilih sebagai wakil gubernur mendampingi Ahmad Heryawan.

sumber : style.tribunnews.com

Pria Ini Lempar Seember Air, Tak Disangka Muncul Deburan Misterius di Sungai, Ia pun Langsung Dikecam!!


9Trendingtopic - Buang sampah dan limbah di sungai merupakan perbuatan yang amat dilarang .
Selain dapat membuat kotor, tindakan ini juga dapat mengancam ekosistem yang ada di sungai.
Namun, apa jadinya jika seseorang membuang air hujan ke sungai?
Belakangan, seorang perempuan membuat heboh netizen saat ia mengunggah sebuah video melalui akun Facebook-nya.

Wanita bernama Maria McCormick ini mengunggah video saat sang suami, Scott McCormick membuang seember air ke Sungai St. Johns, Florida, Amerika Serikat.
Dalam unggahan tersebut ia menuliskan keterangan:
"Suamiku membuang air dari kapal kami seusai badai besar.
Setiap kali ia membuang air, kami melihat deburan di tengah sungai.
Aku berhasil merekam satu momen ini dan kamu melihat deburan besar di mana-mana.

Kami berdua saling melihat satu sama lain dan berkata, 'Aku tidak akan berenang di sini lagi'!'"
Dalam video yang ia unggah, terlihat Scott tersenyum ke arah kamera sambil membawa seember air.
Ia kemudian membuang air tersebut di bagian pinggir sungai.
Tak disangka, tiba-tiba di tengah sungai terjadi penampakan tak terduga.
Terlihat deburan air besar terlihat beberapa meter dari lokasi mereka berdiri.

Awalnya, mereka mengira bahwa ada sekumpulan ikan besar yang tersembunyi di sungai tersebut.
Namun, ternyata deburan ini disebabkan oleh sekumpulan manatee atau lembu laut, melansir WFTV.

Akibat aksinya ini, pasangan McCormick ini terancam dipenjara atas tuduhan penyiksaan binatang.
Maria dan Scott dianggap mengganggu kehidupan manatee yang ada di sungai.
Banyak orang yang melihat video ini merasa kesal dan mengecam aksi keduanya.
Komisi Konservasi Satwa dan Ikan Florida belum bisa memastikan hewan apa yang menyebabkan deburan air tersebut.

Namun, orang-orang berspekulasi bahwa penyebabnya adalah hewan besar.
Pemerintah setempat sudah memiliki peraturan ketat untuk melindungi spesies manatee.
Jika benar pasangan ini telah menganggu manatee di sungai tersebut, mereka terancam dipenjara 60 hari dan denda $500 (Rp6,7 juta).

wah.. kalau mau iseng ada baiknya jangan melakukan hal yang melanggar hukum...

sumber : tribunnews.com

Sungguh Memilukan !! Kisah Guru Ngaji yang Diperkos4 Sampai Hamil Lalu Dituntut 8,5 Tahun Penjara !


9Trendingtopic - "Kami cuma bilang, memohon untuk BL dibebaskan, itu saja," kata RK, ayah BL di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2017).
RK membeberkan tentang putrinya yang kini dibelanya dalam persidangan atas tuduhan penganiayaan yang menyebabkan anak meninggal dunia.
BL merupakan seorang guru mengaji berusia 15 tahun di sebuah kampung di Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Ia bekerja sebagai guru mengaji bagi anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya itu untuk meringankan beban sang ayah yang hanya bekerja serabutan.
Namun, peristiwa tragis menimpa BL pada Juli 2016. Ia diperkosa oleh seorang pemuda setempat hingga hamil.
Karena diancam dan malu akan aib ini, BL pun tak pernah melapor atau menceritakan kejadian itu kepada siapa pun.
Ia hanya sempat memeriksakan diri ke Puskesmas Cikeusik atas sakit perutnya. Namun, ketika itu dokter Puskesmas Cikeusik menyatakan bahwa BL sakit mag biasa.
"Enggak ada yang tahu pasa saat itu, dia tertutup, diam, mengaji seperti biasa," kata RK.

Hingga April 2017, tak ada perubahan yang signifikan dari tubuh BL. Ia masih tetap menstruasi seperti biasa.
Ia pun memutuskan daftar ke sebuah yayasan pembantu rumah tangga agar bisa bekerja di Jakarta.
Yayasan tempatnya bekerja memalsukan usia BL menjadi 18 dan juga memotong gajinya dari Rp 1,3 juta menjadi Rp 600.000 per bulan.
"Dia berangkat keinginan sendiri, mamanya sempat pesan supaya di Jakarta dia sekolah lagi," ujar RK.
Baru sebulan bekerja, pada 30 April 2017, insiden yang membuat BL dipenjara pun terjadi. Ia mengalami sakit perut luar biasa, kemudian ke kamar mandi untuk mengejan.

Di persidangan, BL mengaku tak tahu bahwa ia telah melahirkan bayi pagi itu. Menurut dia, hanya gumpalan yang keluar dari tubuhnya.
BL pun membuang gumpalan yang ternyata bayi itu ke tempat sampah. Dua hari kemudian, petugas kebersihan menemukan bayi terbungkus plastik dalam keadaan meninggal dunia dan melaporkannya ke polisi.
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi, BL sempat dirawat di RS Fatmawati. RK yang terkejut atas insiden yang menimpa putrinya ini baru mengetahui bahwa putrinya hamil setelah diperkosa.

RK pun melapor ke Polsek Metro Kebayoran Baru kasus dugaan pemerkosaan itu. Tak lama kemudian, pemuda berinisial MO berusia 20 tahun ditangkap. Pemuda itu pun mengakui pemerkosaan tersebut.
"Kami kenakan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," kata Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Teguh Wibowo ketika dikonfirmasi.
Dengan ditangkapnya MO, tak serta merta membebaskan BL dari dakwaan. BL ditahan di Rutan Pondok Bambu yang merupakan tahanan dewasa dan dituntut bersalah.

Tuntutan ini dibacakan oleh jaksa Agnes Renitha Butar Butar pada Rabu (21/6/2017) kemarin. BL dianggap melakukan penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan meninggal seperti tertuang dalam Pasal 76 huruf c juncto Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Keadilan untuk anak
Siti Zuma, pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Apik yang mendampingi BL, menyebut bahwa tuntutan jaksa ini melebihi ancaman pidana maksimal dan hukum acara pidana.
"Ancaman maksimal pasal 76C jo Pasal 80 ayat (3) UU Perlindungan Anak adalah 15 tahun dan untuk anak adalah setengahnya yaitu 7,5 tahun," kata Zuma ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis.

Jaksa penuntut umum dianggap tidak memiliki perspektif gender dan kepentingan terbaik untuk anak.
Selain itu, jaksa dianggap telah melanggar hukum acara karena mengabaikan kesaksian BL dalam sidang.
"Jadi tuntutan itu sudah disusun sebelum pemeriksaan terdakwa," kata Zuma.
Tuntutan itu dibacakan pada hari yang sama dengan pemberian keterangan BL. Dalam tuntutannya, jaksa menyebut keterangan BL berbelit-belit dan dianggap sebagai hal yang memberatkan.
Keluarga dan kuasa hukum berharap BL dibebaskan dari segala dakwaan. Sebab, menurut keluara dan kuasa hukum, BL tak menyadari bahwa ia hamil dan melahirkan.
Ini dianggap sebagai sebuah konsekuensi hidup di bawah kemiskinan dan tanpa akses pendidikan.

Direktur LBH Apik Jakarta Veni Siregar menyampaikan, BL adalah korban kemiskinan dan pemerkosaan sehingga ia seharusnya tak dihukum atas ketidaktahuannya itu.
Veni menyebut, sepanjang 2017 ini, sudah tiga kasus korban kekerasan seksual yang menjadi terdakwa atas kematian bayi yang dilahirkan akibat perkosaan.
"Berdasarkan kasus yang kami tangani, korban kekerasan seksual umumnya tidak mengetahui kehamilan dirinya, dan sudah datang ke dokter, namun dokter menyatakan tidak hamil, kemudian melahirkan tanpa penolongan dan membuang bayinya," katanya.

Hal yang sama diungkap ahli kesehatan reproduksi dr Budi Wahyuni yang juga menjadi saksi ahli dalam kasus ini.
Menurut dia, sangat dimungkinkan pada zaman ini masih ada anak yang tidak mengerti kehamilan karena memang tidak pernah mendapat informasi tentang itu.
"Pendidikan kesehatan reproduksi masih terus diperdebatkan, dan anak-anak akhirnya mendapatkan informasi yang tidak benar, milsalkan kalau masih mentruasi berarti tidak hamil, padahal kehamilan hanya bisa dibuktikan dengan tes urine dan USG," ujar Budi.

Untuk itu, LBH Apik menuntut BL dibebaskan dan mendapatkan rehabilitasi. MO, pemerkosanya, juga dituntut agar bertanggung jawab secara pidana atas kematian bayi yang dikandung BL.
LBH Apik juga menuntut agar Jaksa Pengawas dan Komisi Kejaksaan RI memeriksa Jaksa Penuntut Umum serta Kasipidum Kejaksaan Negara Jakarta Selatan atas tuntutan melebih ancaman pidana maksimal dan hukum acara pidana.
Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung juga diminta untuk melakukan pembinaan dan peningkatan kapasitas kepada hakim kasus anak untuk melaksanakan persidangan yang ramah anak.
Jaksa dalam kasus ini adalah Agnes Renitha Butar Butar, sedangkan majelis hakimnya yakni Fahima Basyir, Martin Ponto, dan Rusdianto.

sumber: tribunnews.com

Ibu- Ibu Banyak yang Keliru dengan Alasan Supaya Cantik, Inilah Bahaya Menggunting Bulu Mata Bayi!!


9Trendingtopic - Kebanykan orang-orang menganggap dengan menggunting bulu mata anak akan membuat bulu mata itu  tumbuh menjadi tebal dan panjang. Namun kenyataannya informasi ini hanyalah mitos. Menggunting bulu mata malah dapat berdampak negatif bagi bayi.

Bulu mata berfungsi melindungi mata, mencegah masuknya debu, air  dan kotoran lainnya ke dalam mata. Biasanya anak kecil sering menggosok mata. Nah, jika tidak ada bulu mata, bakteri akan mudah masuk ke dalam mata. Hal ini dapat membuat anak terkena infeksi dan membuat anak tidak nyaman.

Spesialis dokter anak dan neonatologist di International Pediatric Clinic, Natalie Epton mengatakan tidak ada bukti ilmiah tentang menggunting bulu mata anak akan membuat bulu matanya tumbuh lebih tebal dan panjang. "Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bulu mata adalah asupan gizi dan faktor genetik," kata Epton seperti dilansir dari Young Parent.

Untuk asupan nutrisi, makanan yang ideal untuk bayi yang baru lahir adalah air susu ibu (ASI). Namun, jika ibu tidak dapat membarikan ASI untuk beberapa alasan, bayi dapat diberikan susu formula. Tidak ada suplemen gizi lainnya harus diberikan selain yang direkomendasikan oleh dokter anak.

nah.. sudah tau bukan, cantik lewat dedek bayi malah beresiko...

sumber : cantik.tempo.co