Astaghfirullah! Pendaki Alay ini Siap Dibully



9TrendingTopic - Sepertinya, pendaki jail dan alay ini siap dibully netizen. Betapa tidak, mereka dengan bangganya pamer bunga edelweis yang dipetik di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani.

Ironisnya, para pedaki usil yang merusak kelestarian Rinjani ini terlihat berasal dari komunitas tertentu. Tepatnya, dari komunitas alay yang tidak mengerti etika pendakian gunung.

Foto ini diambil sekitar 8 – 13 Juli 2016 di jalur pendakian Torean (Lombok Utara) menuju Danau Segara Anak, Rinjani. Setelah beberapa saat foto ini diposting, ratusan netizen langsung merespon. Bahkan, beberapa diantara netizen merespon dengan komentar pedas.
‘’Hey kau para pendaki, atau yang mengaku pendaki, atau yang mengaku pecinta alam, atau apalah namnya, tolong diingat ini jika bertualang ke suatu tempat;  Jangan meninggalkan sesuatu kecuali telapak kaki. Jangan membunuh sesuatu, kecuali waktu. Dan jangan mengambil sesuatu (memetik, mencongkel, atau menebang) kecuali mengambil gambar,’’ kata Alwi Ahmad Dani mengomentari foto pendaki alay tadi.

Sepertinya juga, beragam istilah seputar tanaman eksotis khas ketinggian ini membuat para pendaki alay nekat mengambilnya. Mereka pikir, membawa pulang dan memberikan bunga edelweis kepada orang yang dikasihi merupakan satu ungkapan keabadian atau ketulusan. Atau mereka berpikir, bunga edelweis yang biasa tumbuh di ketinggian dua ribu meter diatas permukaan laut ini merupakan lambang perjuangan yang layak dipetik.

Karena demikian hebatnya bungai ini, tak jarang membuat mereka yang mengaku pecinta alam atau penggiat alam bebas berusaha mengabadikan bunga ini. Bahkan, beberapa diantaranya rela memindahkan habitatnya.

Di beberapa tempat wisata, karena banyak diburu, edelweis menjadi barang dagangan yang cukup menjanjikan. Khususnya, bagi yang tidak mampu memetik sendiri.

Saking laris nya, eksploitasi edelweis dilakukan penduduk untuk di perdagangkan. Tidak berbeda jauh dengan tangan-tangan jahil penggiat alam bebas ini. Walau tidak melakukan jual beli edelweis, tetap saja mengambil tanpa memikirkan dampaknya. Memetik tanpa menanam. Mengambil tanpa pernah menjaga.

Jangan karena embel-embel bunga keabadian lantas seenaknya memetik dan mempersembahkan kepada kekasih.

Jika anggapan itu masih ada di otak kalian, itu sungguh naif dan memalukan. Sungguh, apa yang kalian lakukan itu norak dan kampungan. Sungguh konyol juga jika memetik edelweis ini dianggap sebagai wujud ketulusan cinta. Sebab edelweis lebih tulus dari cinta siapapun.

Jangan tanyakan tentang perjuangan untuk edelweis! Karena bunga ini memang harus bertahan hidup di tempat dan suhu ekstrim. Jangan pula tanyakan ketulusan untuk edelweis! Karena bunga ketinggian ini selalu berusaha tetap indah dan menjadi yang pertama dalam revegetasi. (*) Apink Alkaff



sumber : utarakita.com

0 Response to "Astaghfirullah! Pendaki Alay ini Siap Dibully"

Post a Comment